Posted on 1 Mei 2007 by madsyair
Pengalaman pertama kali saya melalukan pendataan adalah ketika saya menjadi petugas Sensus Penduduk 2000. Waktu itu saya bertugas di daerah Tebet, Jakarta Selatan, padahal tempat tinggal saya di daerah Bintaro (bukan yang perumahan).
Banyak pengalaman yang saya peroleh ketika menjadi petugas sensus. Salah satu di antaranya adalah saya dimarahi responden karena lupa menulis gelar. Ceritanya, waktu [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita, Curhat, Opini, Renungan, Seru | 8 Komentar »
Posted on 8 April 2007 by madsyair
Salah satu hobiku sejak kecil adalah menonton film kartun. Sampai sekarang aku masih sering menonton film kartun, walaupun banyak orang yang mengolok-olok aku seperti anak kecil. Film-film kartun yang biasa kutonton di televisi antara lain Doraemon, Tom and Jerry, Sinchan,Sponge Bob,Chalk Zone dan juga Avatar.
Salah satu alasan aku suka menonton film kartun adalah untuk hiburan. Tingkah laku tokoh dalam kartun tersebut kadang membuat aku bisa tersenyum bahkan bisa tertawa. Hal ini bisa mengurangi kejenuhan dan mengurangi stres akibat rutinitas pekerjaan yang tiada henti.
Selain untuk hiburan, beberapa cerita dalam film kartun juga mempunyai pesan-pesan positif. Jika kita bisa mengambil pesan positif dari film-film tersebut, maka kita bisa memakainya untuk kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya penting sekali menemani anak kecil ketika menonton film kartun agar kita bisa menjelaskan pesan-pesan yang terkandung dalam film tersebut.
DIarsipkan di bawah: Cerita, Renungan | 25 Komentar »
Posted on 31 Maret 2007 by madsyair
Ada seorang temanku yang unik. Poniman namanya. Temanku yang satu ini tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih setiap mengakhiri berinteraksi dengan seseorang. Misalnya berterima kasih kepada pedagang ketika belanja, mengucapkan terima kasih kepada sopir saat turun dari angkutan dan lain2.
Suatu hari, karena [...]
DIarsipkan di bawah: Cerita, Renungan | 10 Komentar »
Posted on 30 Maret 2007 by madsyair
Mbok Yem,kalau tidak salah,itulah namanya. Kira2 dia seumuran nenekku. Dia hidupnya sebatangkara. Suaminya sudah meninggal sewaktu dia jadi Romusha. Mbok Yem tidak punya anak. Hidupnya sebatangkara. Famili-familinya tidak ada yang memperhatikannya karena dia miskin.
Mbok Yem memang miskin. Rumahnya dari bambu yang dindingnya di sana-sini berlubang. Untuk hidup sehari-hari dia menjadi peminta-minta.
Tidak seperti para pengemis [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | 3 Komentar »
Posted on 22 Maret 2007 by madsyair
Pada waktu bulan puasa, beberapa tahun yang lalu, saya melakukan survei tentang anak jalanan. Saya dapat wilayah tugas di daerah Blok M. Selesai mewawancarai anak jalanan, iseng-iseng saya menghampiri seorang pengamen,kira-kira berumur 24 tahun.
‘Istirahat,Bang?’, sapaku.
[...]
DIarsipkan di bawah: Cerita, Renungan | 10 Komentar »