Pengamen Kaya


Pada waktu bulan puasa, beberapa tahun yang lalu, saya melakukan survei tentang anak jalanan. Saya dapat wilayah tugas di daerah Blok M. Selesai mewawancarai anak jalanan, iseng-iseng saya menghampiri seorang pengamen,kira-kira berumur 24 tahun.
‘Istirahat,Bang?’, sapaku.
‘Oh, iya, Mas. Istirahat dulu. Capek, dari tadi pagi ngamen. Sekarang dah hampir buka puasa.’,jawabnya.
‘Abang puasa?’, tanyaku lagi.
Sambil menyeka keringatnya,dia menjawab,’Lha iya Mas, dosa kalo ndak puasa. Saya masih kuat kok’
Kemudian,iseng-iseng saya bertanya lagi,’ngomong-ngomong, dapat berapa hari ini?’
‘alhamdulillah, dapat 30 ribu. Lumayan buat jajan anak saya dan simpanan buat kelahiran anak saya’, dia menjelaskan.
‘Jadi, sudah berkeluarga?’, aku penasaran.
‘iya, istri saya sedang hamil 2 bulan anak pertama kami. Istri saya bekerja di Matahari. ‘,jawabnya lagi.
‘anak pertama? Tadi saya kira mas bilang dah punya anak?’,aku semakin penasaran.
‘oh, yang itu anak angkat.. Saya punya 2 anak angkat.. Kebetulan, masih famili saya.’,dia menjelaskan.
Aku pun terkejut.. ‘Jadi,abang ini punya anak angkat?’
‘Iya mas. Kasihan, adik-adiknya banyak. Ayahnya baru meninggal. Ibunya tidak menentu pekerjaannya. Jadi, meskipun penghasilan saya juga pas-pasan, alhamdulillah cukup buat biaya mereka’.
Perbincangangan kami berhenti,karena terdengar adzan maghrib. Abang pengamen itu kemudian pergi menemui istrinya untuk berbuka.
Aku pun berpikir, ternyata pengamen itu lebih kaya dari orang-orang yang naik sedan.

11 Tanggapan

  1. Subhanallah …
    Orang disaat sempit masih mampu memberikan kepada orang lain

    4 :mbak iin: waktu itu,saya jadi malu.

  2. no comment…

    :bps_kalsel:

    4:odhys : nah itu dah comment,isinya no comment:-)

  3. pengamen kaya hati…

  4. ternyata nggak semua miskin itu miskin beneran, masih banyak yg miskin tapi kaya hati.

  5. @ pak HelgeDuelbeK,
    kaya atau miskin yang penting perasaan,cukup atau tidak
    @ mas peyek
    kalo semua begini,indonesia makmur

  6. Betul-betul kaya raya. Semakin malu hati ini…. Nice blog…
    @ baru belajar,pak.

  7. Benar-benar kaya. Kang Agor bener, bikin malu ati.
    @ trima kasih Kangmas Kombor, singgah di gubuk saya,eh blog saya. Maaf,ndak ada kue.:-)

  8. Serasa ditampar diri ini begitu membaca tulisan yang bagus ini…
    Bagus mas…

    @ waduh. Maaf kalo sampai nampar. Sakit ndak he..he..

  9. hahaha.. ada2 aja yaa kelakuan orang kaya. tapi akusuka ini aneh bin ajaib bin langka bin belum tentu aku bisa..

    @ kalo diniatkan, insyaAlloh bisa

  10. pengetahuan dan kebijaksanaan tidak memandang dari manapun asalnya, meski dari seorang pengamen sekalipun!

    saya juga punya pengalaman menarik bersama seorang pengamen, silahkan kunjungi: http://surauinyiak.wordpress.com/2008/03/12/belajar-dari-seorang-pengamen/

  11. bagus mas, kita harusnya sadar akan hal demikian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: