Terima Kasih


Ada seorang temanku yang unik. Poniman namanya. Temanku yang satu ini tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih setiap mengakhiri berinteraksi dengan seseorang. Misalnya berterima kasih kepada pedagang ketika belanja, mengucapkan terima kasih kepada sopir saat turun dari angkutan dan lain2.

Suatu hari, karena kebutuhan yang mendesak, aku pinjam uang padanya. Dan pada waktu yang aku janjikan, aku belum bisa mengembalikan. Akhirnya setelah 1 minggu, aku baru bisa mengembalikannya. Ketika aku menyerahkan uangnya, dia bilang,’terima kasih’. Lho, aku yang pinjam dan terlambat mengembalikan malah keduluan bilang terima kasih.

Di lain waktu, ada seseorang yang dengki kepadanya. Dia menjelekkan Poniman di mana-mana. Dan suatu ketika saat aku dan Poniman jalan-jalan, kami bertemu dengan orang tersebut. Apa yang dilakukan Poniman? Dia menjabat tangannya dan bilang, ‘terima kasih’.

Aku heran dengan temanku yang satu ini. Kalau orang lain,mungkin akan mendampratnya. Tapi dia tidak. Katanya, orang yang difitnah dan bisa bersabar, pahala menanti dan dosa diampuni.

Terkadang aku malu pada Poniman. Aku termasuk seringkali lupa mengucapkan terima kasih. Dan seingatku, aku belum pernah mengucapkan terima kasih kepada orang tuaku yang telah membesarkan, merawat,mendidik dan menyekolahkan aku sampai aku menjadi seperti sekarang ini.

Oh,ya. Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah singgah di blog saya ini. Sekali lagi,terima kasih.

10 Tanggapan

  1. jadi inget sama mpok minah di bajaj bajuri, yg ngomongnya maaf..maaf..
    oh ya BTW makasih ya, makasih..

    @ same-same. He..he… . Mas rasyid ngefans sama mpok minah?:-)

  2. terima kasih
    sudah diingatkan hal-hal yang kecil
    namun begitu berharga artinya

    @sama2 juga. Trima kasih sudah singgah di GuBlog Bambu saya yang reot

  3. terima kasih juga merupakan budaya barat kan, mereka selalu bilang thanks alot, good job, dll. Nah kita orang timur aja jarang-jarang bilang terima kasih.

    @sebetulnya budaya kita juga. Buktinya ada kata trima kasih,matur nuwun,trims dll, masalahnya di kebiasaan. Trima kasih banyak

  4. Terimakasih sudah menuliskan ini dan mengijinkan saya membaca, Kang Mad.

    @ trima kasih sudah membaca.

  5. Saya dan teman2 pernah ditegur salah seorang rekan di sini…
    Waktu itu dia mengucapkan terima kasih tetapi karena kesibukan kami maka kami tidak menjawab ucapan terima kasih tsb..eh ternyata dia langsung nyeletuk In my cultur I have to say “your welcome” when somebody say “thank you” to me
    Benar2 malu waktu itu, padahal biasanya kan saya kami mengucapkan “terima kasih kembali”.

    @ jadi sudah bilang ‘your welcome’? Wajar,kalo kita kadang lupa

  6. terima kasih
    sederhana tapi menyentuh
    terima kasih

    @sama-sama pak guru

  7. Hmmm…saya juga sulit mengatakan terima kasih…tapi kalau matur nuwun bisa sih meski kadang-kadang hehehe…
    Kalau kita liat istri atau pasangan kita selingkuh, trus kita marah, eh kita malah dipukul ama selingkuhan istri atau pasangan kita…masih bisa bilang “terima kasih” ndak ya?

    @ sulit mas. Kalo kita teraniaya,wajib membela diri. Orang teraniaya, doanya makbul. Salam kenal.Trima kasih

  8. terimakasih

    terucap pendek maknya meroket
    jika difitnah dosanya terseret
    jika dianiaya pahalnya mendekat

    aku suka artikel ini, pesan moral yang bagus ditutur dengan cerita singkat, namun tetap terkemas menarik menarik.

    @ Trima Kasih

  9. iya terimakasih kurang biasa ya terdengar, padahal bisa melunturkan hati yang beku, thanks a lot artikel-nya singkat tapi padat🙂

    @ saya belum bisa menuangkan ide ke dalam artikel panjang. Baru bisa artikel pendek. Tapi saya akan berusaha belajar. Trima kasih.:-)

  10. Aku termasuk seringkali lupa mengucapkan terima kasih. Dan seingatku, aku belum pernah mengucapkan terima kasih kepada orang tuaku yang telah membesarkan, merawat,mendidik dan menyekolahkan aku sampai aku menjadi seperti sekarang ini. –>
    Wah, Mad Syair betul-betul asyik deh… Tangan kiri tak boleh tahu apa yang dilakukan tangan kanan sehingga merasa belum pernah berterimakasih pada ortu. Padahal jelas ungakapan ini menunjukkan perhatian mendalam pada orang tua. Ridha Allah tergantung ridha orang tua, MadSyair rupanya telah benar-benar berada pada lingkaran dalam kesyairannya.

    Terimakasih juga sering mengunjungi blog agor. Salam….

    @wa’alaikum salam. Sama2 pak. Kita saling silaturahmi. Tulisan pak agor bagus2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: