Waspada terhadap serangan virus


  Sering kali saya mendengar teman yang mengeluh komputernya terserang virus, padahal dia sudah memasang antivirus. Kebanyakan dari  mereka sudah yakin komputernya aman dengan memasang antivirus, padahal ketika diperiksa komputernya, antivirus yang terinstal sudah lama tidak di-update. Bahkan, ada yang antivirusnya sudah kedaluarsa selama setahun. Antivirus adalah salah satu solusi untuk mengamankan komputer dari serangan virus. Syaratnya antivirus tersebut harus sering di-update, paling tidak seminggu sekali. Ini karena antivirus sangat tergantung dari database virus yang dimilikinya untuk mengenali virus.  Selain itu, yang tidak kalah penting dari rajin meng-update antivirus adalah pemilihan antivirus yang tepat dan bagus. Sebaiknya cari antivirus yang sudah banyak direkomendasikan, baik oleh situs-situs maupun majalah-majalah. Sebagai salah satu  bahan referensi hasil pengujian antivirus di awal tahun 2008 , silahkan baca artikel dari Mas Ebta Setiawan di www.ebsoft.web.id.

     Kenapa pemilihan antivirus yang bagus dan tepat penting? Karena penggunaan antivirus yang tidak tepat justru akan menyebabkan komputer malah rentan mengalami kerusakan yang lebih parah akibat virus tersebut. Beberapa mengenai hal ini silahkan baca artikelnya Pak Yohanes Nugroho di www.klik-kanan.com. Penggunaan antivirus dalam pengamanan komputer bukanlah jaminan bahwa komputer pasti aman. Meskipun para pembuat antivirus terus mengembangkan pendeteksian dini dari serangan virus baru, para pembuat virus tentunya tak mau kalah. Para pembuat virus selalu memperbarui tekniknya sehingga bisa mengelabuhi antivirus yang ada.Karena itulah, yang paling penting dalam mengamankan komputer adalah perilaku hati-hati dalam memakai komputer.

Virus-virus lokal yang banyak beredar sebagian besar memanfaatkan kecerobohan pemakai komputer yang tidak memperhatikan file yang dibuka. Virus biasanya mengecoh pengguna komputer dengan beberapa cara diantaranya menggunakan ikon tertentu, misalnya : folder, Ms Word, game, mp3 , menggunakan ekstensi ganda, misalnya : *.doc.exe, *.mp3.exe, *.jpg.vbs, menggunakan autorun, menyembunyikan file virusnya, dan lain-lain  

Beberapa hal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan virus adalah:

1. Tampilkan ekstensi file (*.exe,*.doc,*.jpg,dll) dengan cara

  • Buka My Computer
  • Pilih Tools-Folder Option
  • Nonaktifkan/hilangkan tanda centang (V) di pilihan Hide Extensions For Known File Type.

 Ini untuk mengantisipasi virus yang menyamar dengan virus yang memakai ekstensi ganda, misal blabla.doc.exe dimana normalnya akan terbaca sebagai blabla.doc.

2. Munculkan file-file tersembunyi.

  • Buka My Computer
  • Pilih Tools-Folder Option
  • Pilih Show Hidden Files and Folder
  • Nonaktifkan/hilangkan tanda centang (V) di pilihan Hide Protected Operating System Files

3. Ubah ikon folder dan atau file dengan ikon yang lain. Ini agar memudahkan kita dalam mengenali virus yang menyamar sebagai folder atau file dengan ikon tertentu(mp3,word, dll).  Caranya adalah:

  • Untuk mengubah ikon folder, sebaiknya memakai theme yang tidak standar, misalnya crystalXP 
  • Untuk mengubah ikon file atau file folder, Buka My Computer
  • Pilih Menu Tools-Folder Option
  • Pilih tab File Types
  • Tekan Tombol Advance
  • Tekan Change Icon
  • Kemudian pilih  ekstensi file (.doc, .jpg), pilih ikon yang unik. Misalnya jika anda ingin memiliki ikan sendiri, Anda bisamembuat ikon melalui MSPaint, yaitu buka file gambar di MS Paint, lalu simpan dengan nama blabla.ico dengan save as bitmap 24 bit.
  •  4. Matikan autorun, dengan cara      

    a. Ketik gpedit.msc di menu RUN    

     b.Pilih User Configuration-Adminsitrative Templates-System

    c. Pilih Turn Off Autoplay-Enable-Alldrive 

    atau anda bisa menggunakan Gucup Antivirus

    5. Menggunakan Sandboxie ketika browsing, membuka email dan mencoba program baru (terutama yang didapat dari internet) 

    6. Memasang antivirus, antispyware dan firewall 

    7. Memakai program dubalang dari www.ahlul.web.id dan atau flashdiskguard dari www.yudi.co.nr atau di www.ansav.com

    8. Memberikan batasan terhadap eksekusi file.

    Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:   

      a. Pilih Start-Control Panel    

      b. Pilih Administrative Tools-Local Security Setting (atau di menu run, ketik secpol.msc)  

       c. Klik kanan di Software Restriction Policies, lalu pilih Create New Policies   

       d. Kemudian klik kanan di Additional Rule, dan pilih New Path Rule.    

       e. Di Kolom Path, masukkan drive dimana aplikasi di dalamnya tidak dapat dieksekusi. Karena kebanyakan malware menular dari flash disk, sebaiknya ketik drive di mana flash disk berada. Misalnya, jika flash disk ada di drive D maka ketikkan D:\    

       f. Di Security Level pilih Disallowed  

      g. Pilih OK dan restart komputerCara di atas adalah tidak mengijinkan  eksekusi file di drive atau folder tertentu.

     Cara lain yang lebih protektif yaitu dengan tidak mengijinkan eksekusi file kecuali di drive atau folder tertentu. (Namun cara ini menyebabkan kesulitan dalam meninginstal program.)

    Caranya adalah 

    a.       Di Software Restriction Policies-Security Levels, pilih disallow  dan kemudian jadikan sebagai default.

    b.      Kemudian klik kanan di Additional Rule, dan pilih New Path Rule.

    c.        Di Kolom Path, masukkan drive dimana aplikasi di dalamnya  dapat dieksekusi. Misalnya program yang anda pakai berada di folder D:\Folder, di Path ketik D:\Folder

    d.       Di Security Level pilih Unrestrictede.       Pilih OK dan restart komputerSemoga bermanfaat.

     Artikel terkait:

    Tips mencegah komputer terinfeksi virus-lokal

    Cara ampuh melindungi komputer dari serangan malware

    Catatan si Joni

    Sandboxie: Kotak-pasir-penyaring-virus/

    Sumber lain:

    http://vaksin.com/2007/0507/autoinfect.htm 

    http://ebsoft.web.id/2008/02/03/antivirus-terbaik-tahun-2008/

    http://www.klik-kanan.com/fokus/bahaya_anti_virus.shtml

    http://www.klik-kanan.com/fokus/bahaya_anti_virus4.shtml

    http://www.klik-kanan.com/fokus/bahaya_anti_virus3.shtml

    http://www.klik-kanan.com/fokus/bahaya_anti_virus2.shtml        

    4 Tanggapan

    1. Untuk sekedar diketahui, sandboxie kadang-kadang bentrok dengan program-program tertentu. Program server SBH-S kita juga error diinstall jika ada sandboxie.

      Dunno why…

    2. thanks atas infonya. Program-program tertentu apa saja? kalau SBH aku dak ada programnya, so ndak bisa cobain

    3. mas, flashdisk saya terbaca 0 byte di komputer. gara2nya temen saya minta foto2 di kompie saya and dia ga ada ufd, nah setelah cut and paste di kompie temen, ga taunya setelah dirumah malah data yang tadi di cut masih ada. saya coba scan dengan avg gratisan yang tiap hari update ternyata ga kedetek apa2, saya hapus manual, muncul lagi,, karna bosan saya diamkan saja lalu matikan kompi. saat saya hidupkan kompi lagi eh ufd saya kebaca o byte,, dan di kompi lain juga terbaca o byte, jika ada solusi tolong ya… makasi sebelumnya

    4. Maaf, saya kurang paham. Dah dicoba dilihat propertisnya? Dah dicoba scandisk atau pake chkdsk via dos. Atau coba diformat aja. Kalau untuk datanya, coba pake program-program recovery.
      Cara lain, coba pake linux/atau live cd linux(ubuntu/knoppix) untuk mengeceknya.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: