Jaka Tayub kecurian!! (bagian 1)


Jaka Tayub adalah salah satu mahasiswa Universitas Wiro Sableng (UWS), Fakultas Ilmu Tenun dan Santet. Dia menduduki semester akhir dan sedang menyelesaikan skripsinya dengan judul “Jurus-jurus ampuh para dukun dalam menghadapi era globalisasi “. Berhari-hari dia berjuang menyelesaikan skripsinya, mulai dari mengajukan judul, membuat proposal, membuat penelitian, sampai saat ini menyusun skripsi. Selain puasa “mutih”, dia juga begadang tiap malam mengetik skripsinya.

Susah payah dia berjuang menyelesaikan skripsinya dengan tempo sesingkat-singkatnya karena orang tua Nyawang Mbulan mengultimatum Jaka Tayub agar segera lulus dan menjadi sarjana. Jika tidak, dia tidak diperbolehkan mempersunting Nyawang Mbulan yang sudah 20 tahun menjadi pacarnya.

Di malam terakhir sebelum sidang skripsi, dia sudah menyelesaikan pengetikan skripsinya. Ketika mau mencetak hasil ketikannya, printernya ngadat. Dia mencoba mengotak-atik dan membongkar printernya, namun dia lupa memasang kembali bagian-bagian printernya.

Dengan terpaksa, di tengah malam dia pergi ke rumah Mbah Jayus yang terkenal sebagai dukun yang paling sakti. Ketika sampai di rumah Mbah Jayus, ternyata rumahnya sudah gelap. Jaka Tayub berpikir bahwa si empunya rumah sudah tidur. Meskipun Mbah Jayus sudah tidur, Jaka Tayub memberanikan diri untuk membangunkannya karena situasi sudah mendesak.

“Tok…Tok…Tok!!!, Permisi Mbah!!”, teriak Jaka Tayub sambil mengetuk pintu.

“Tok…tok…tok…!!! Permisi mbah!!!”, teriak Jaka Tayub lagi.

Setelah tiga belas kali Jaka Tayub mengetuk pintu, terdengar suara orang berjalan dari dalam rumah dan kemudian membuka pintu.

“Siapa??? Malam-malam datang ke rumah orang. Ini sudah waktunya Mbah bersemedi”,tanya Mbah Jayus sambil memicingkan matanya yang sipit sehingga menjadi semakin sipit.

“Saya, Mbah. Jaka Tayub, anaknya Jaka Cengkir!”, jawab Jaka Tayub.

“Oh, kamu, Yub. Ngapain malam-malam datang ke sini. Nggangguin orang semedi aja”

“Maaf, mbah. Begini , printer saya rusak. Padahal saya perlu sekarang untuk mencetak skripsi saya. Besok sudah mau sidang”, ujar Jaka Tayub memelas.

“Oh begitu, ayo masuk”, kata Mbah Jayus mempersilahkan.

“Begini Yub, karena kamu datang malam-malam dan mendesak, tarif perbaikan printernya mahal lho. Bisa kamu bayar?”

“Bisa Mbah, berapapun akan saya bayar. Kalau kurang, boleh ngutang dulu kan, mbah?”, kata Jaka Tayub.

” Ya udah, ndak apa-apa. Itung-itung amal. Mbah juga pernah jadi mahasiswa. Sini printermu”

Jaka Tayub menyerahkan printernya ke Mbah Jayus. Kemudian Mbah Jayus membakar kabel tujuh warna sambil komat-kamit membaca mantra. Ajaib. Printer Jaka Tayub seketika menjadi utuh, seperti sebelum dibongkar. Bahkan terlihat seperti baru.

“Terima kasih, mbah. Ini uang rokoknya”, Jaka Tayub menyerahkan sejumlah uang kepada Mbah Jayus.

” Terima kasih. Jangan lupa, uang makan-nya menyusul!!””

“Beres mbah”, kata Jaka tayub sambil ngeloyor pergi.

Dengan tergesa-gesa, Jaka Tayub pulang ke rumah. Namun, ketika dia sudah sampai di rumah, betapa terkejutnya dia. Di kamar, dia tidak lagi menemukan komputernya yang baru dibeli secara kredit 2 minggu yang lalu. Yang ada adalah komputer butut. Terbayang di benak Jaka Tayub, dia tidak bisa mempersunting Nyawang Mbulan yang cantik karena gagal menghadapi sidang skripsi besok. Dan, Jaka Tayub pun pingsan.

Pagi-pagi buta, Jaka tayub terbangun, mendengar pintu rumahnya digedor oleh orang yang suaranya mirip Nyawang Mbulan.

“Tok…tok…tok…tok…, Kang Jaka!!!Kang Jaka!!! Tok…Tok…”

Jaka berjalan ke arah sumber suara dan kemudian membukakan pintu.

“Ada apa, dinda!! Kok pagi-pagi sudah ke sini. Kangen ya?”, tanya Jaka Tayub.

“Printerku hilang, kang.! Tadi pagi, waktu dinda bangun, printer dinda yang kemarin beli dengan Akang, tiba-tiba tidak ada. Yang ada, printer rongsokan”, jawab Nyawang Mbulan sambil menangis.

“wah, sama dong!!, komputer Akang juga hilang, padahal skripsi akang ada di situ dan belum dicetak!! Hari ini mau sidang skripsi”

Teringat hal itu, Jaka Tayub pingsan lagi.

 

Siapakah yang mencuri printer dan komputer??

 

Maaf, cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan peristiwa, nama dan tempat, hanyalah kebetulan belaka!!🙂 He..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: