Sensus Penduduk akan dilaksanakan tahun 2010. Pastikan Anda dihitung!!!!

Pada tahun 2010 nanti, BPS kembali melaksanakan kegiatan sensus yaitu Sensus Penduduk 2010 (SP 2010). Sensus Penduduk merupakan kegiatan yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan karena data yang didapat berupa data kependudukan yang dapat menggambarkan keadaan penduduk Indonesia hingga wilayah administrasi terkecil.

Sebenarnya kegiatan sensus ini pernah dilaksanakan pada masa sebelum Indonesia merdeka oleh Pemerintah Hindia Belanda yaitu pada tahun 1930. Selanjutnya setelah Indonesia merdeka telah dilakukan 5 kali sensus penduduk, yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Sedangkan Sensus Penduduk 2010 adalah sensus ke-6 yang akan dilaksanakan pada tahun 2010. Acuan yang digunakan dalam pelaksanaan Sensus Penduduk adalah UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, dan Rekomendasi PBB (United Nations).

Sensus Penduduk merupakan suatu rangkaian kegiatan pengambilan “stok” (stock taking) penduduk pada suatu titik waktu tertentu yang mencakup seluruh atau sebagian wilayah geografis suatu negara sejak tahapan persiapan sampai ke publisitas hasilnya. Titik waktu SP2010 adalah 31 Mei 2010 pukul 24.00. Tanggal ini disebut sebagai hari sensus (census date).

Pendataan Sensus Penduduk dilakukan secara door to door pada seluruh penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal dalam wilayah geografis Indonesia, baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak bertempat tinggal tetap. Anggota korps diplomatik negara lain beserta keluarganya, meskipun menetap di wilayah geografis Indonesia, tidak dicakup dalam pencacahan sensus penduduk. Cara pencacahan yang dipakai dalam Sensus Penduduk 2010 adalah kombinasi antara de jure dan de facto. Bagi mereka yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure, yaitu dicacah di tempat mereka tinggal secara resmi, sedangkan penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah dengan cara de facto, yaitu dicacah di tempat dimana mereka ditemukan oleh petugas lapangan sensus.

Manfaat Sensus Penduduk

Data SP2010 mempunyai kegunaan strategis secara internal sebagai: koreksi dan pengendali data kependudukan, basis proyeksi penduduk dekade 2010-an, basis untuk pemutakhiran dan pengembangan KCI survei rumah tangga decade 2010-an, dan basis pembangunan statistik wilayah kecil. Secara eksternal data SP2010 digunakan sebagai: basis pembangunan statistik administrasi kependudukan dan evaluasi pencapaian sasaran pembangunan global.

Instrumen dan Metode Pencacahan

Instrumen utama SP2010 berupa dua jenis kuesioner untuk mendaftar bangunan tempat tinggal dan mencacah penduduk secara lengkap. Kuesioner L untuk melakukan pendaftaran bangunan dan rumahtangga. Sedangkan Kuesioner C untuk mengumpulkan data individu penduduk dan rumahtangga. Pertimbangan yang digunakan sebagai dasar pembuatan kuesioner C adalah rekomendasi PBB (UN Recommendations), relevansi dengan MDGs, pengalaman sensus penduduk sebelumnya, pengalaman sensus yang dilaksanakan negara-negara lain, komponen perubahan penduduk, dan variabel yang sesuai hanya jika dikumpulkan melalui pencacahan lengkap (agama, bahasa, suku, kecacatan, arus migrasi, dsb).

Metode pencacahan Sensus Penduduk 1971, 1980, dan 1990 mencakup pencacahan lengkap dan pencacahan sampel. Sedangkan Sensus Penduduk 2000 hanya dilakukan secara lengkap dengan mengumpulkan 15 variabel demografi, sosial dan kegiatan ekonomi penduduk. Pada Sensus Penduduk 2010 pencacahan dilakukan secara lengkap dengan mengumpulkan variabel yang lebih banyak dibandingkan dengan SP2000 yaitu sebanyak 43 variabel.

Berbeda dengan Sensus Penduduk sebelumnya, untuk mencapai akurasi yang tinggi, pencacahan pada SP 2010 akan dilakukan secara tim. Setiap tim terdiri dari 1 orang Koordinator Tim dan 3 (tiga) orang pencacah, dimana setiap tim akan bertanggung jawab menyelesaikan 4-6 Blok Sensus (BS).

Berbeda dengan kegiatan BPS pada umumnya, Sensus Penduduk adalah kegiatan besar yang membutuhkan peran serta banyak pihak termasuk seluruh komponen masyarakat. Hal ini karena data hasil Sensus Penduduk merupakan data pijakan bagi program-program pemerintah yang berkelanjutan. Merupakan tantangan yang besar bagi BPS untuk dapat memberikan advokasi kepada masyarakat agar mendukung semua tahapan kegiatan SP2010 dan memastikan bahwa data SP2010 merupakan sumber data dasar kependudukan yang kredibel. Oleh Karena itu,Pastikan Anda Dihitung!

Dikutip dari:

http://www.bps.go.id/sp2010/index.shtml

Pengamanan File (bagian 2)

  Tahun lalu banyak di antara kita yang  menjadi korban  worm (secara umum kita menyebutnya virus) yang menginfeksi file Microsoft Word (.doc), Microsoft Excel (.xls), file database (.dbf, .mdb) yaitu kespo/kspoold. Ada juga virus zulanik yang mengubah file dokumen menjadi berformat .bmp. Selain itu ada juga virus tunggul kawung yang pada varian terakhir menginfeksi tidak hanya file Microsoft Office, melainkan juga file OpenOffice, mp3, jpg, dan lain-lain.  Efek dari virus-virus ini adalah file bisa terhapus antivirus lain, tidak bisa dibuka bahkan hilang sama sekali sehingga tidak bisa diperbaiki lagi. Ini tentunya sangat merugikan, apalagi file-file tersebut adalah file penting yang sulit untuk memperolehnya kembali.  
  Beberapa cara agar file-file (dokumen) bisa selamat dari serangan virus adalah: 

Waspada terhadap serangan virus

  Sering kali saya mendengar teman yang mengeluh komputernya terserang virus, padahal dia sudah memasang antivirus. Kebanyakan dari  mereka sudah yakin komputernya aman dengan memasang antivirus, padahal ketika diperiksa komputernya, antivirus yang terinstal sudah lama tidak di-update. Bahkan, ada yang antivirusnya sudah kedaluarsa selama setahun. Antivirus adalah salah satu solusi untuk mengamankan komputer dari serangan virus. Syaratnya antivirus tersebut harus sering di-update, paling tidak seminggu sekali. Ini karena antivirus sangat tergantung dari database virus yang dimilikinya untuk mengenali virus.  Selain itu, yang tidak kalah penting dari rajin meng-update antivirus adalah pemilihan antivirus yang tepat dan bagus. Sebaiknya cari antivirus yang sudah banyak direkomendasikan, baik oleh situs-situs maupun majalah-majalah. Sebagai salah satu  bahan referensi hasil pengujian antivirus di awal tahun 2008 , silahkan baca artikel dari Mas Ebta Setiawan di www.ebsoft.web.id.

     Kenapa pemilihan antivirus yang bagus dan tepat penting? Karena penggunaan antivirus yang tidak tepat justru akan menyebabkan komputer malah rentan mengalami kerusakan yang lebih parah akibat virus tersebut. Beberapa mengenai hal ini silahkan baca artikelnya Pak Yohanes Nugroho di www.klik-kanan.com. Penggunaan antivirus dalam pengamanan komputer bukanlah jaminan bahwa komputer pasti aman. Meskipun para pembuat antivirus terus mengembangkan pendeteksian dini dari serangan virus baru, para pembuat virus tentunya tak mau kalah. Para pembuat virus selalu memperbarui tekniknya sehingga bisa mengelabuhi antivirus yang ada.Karena itulah, yang paling penting dalam mengamankan komputer adalah perilaku hati-hati dalam memakai komputer.

Virus-virus lokal yang banyak beredar sebagian besar memanfaatkan kecerobohan pemakai komputer yang tidak memperhatikan file yang dibuka. Virus biasanya mengecoh pengguna komputer dengan beberapa cara diantaranya menggunakan ikon tertentu, misalnya : folder, Ms Word, game, mp3 , menggunakan ekstensi ganda, misalnya : *.doc.exe, *.mp3.exe, *.jpg.vbs, menggunakan autorun, menyembunyikan file virusnya, dan lain-lain  

Beberapa hal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan virus adalah: Baca lebih lanjut

Sandboxie : Kotak Pasir Penyaring Virus

Seorang teman mengeluh karena komputernya beberapa kali terkena virus. Padahal dia sudah membentengi komputernya dengan antivirus berbayar dan meng-update-nya tiap hari. Selain itu, dia juga membekali komputernya dengan beberapa antivirus lokal. Namun, ternyata virus yang ada bisa mengelabui antivirus sehingga bisa menginfeksi komputer, meskipun antivirus tersebut menggunakan metode heuristic.

Baca lebih lanjut