Kode Aktivasi E-SPT PPh Masa

Untuk memperlancar pekerjaan bendahara kantor dalam melaporkan pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), beberapa waktu lalu saya mengambil program e-SPT PPh Masa dari website pajak, www.pajak.go.id. Namun ketika saya menjalankan program ini, ternyata program ini meminta kode aktivasi.

Sesuai petunjuk dalam manual program, kode aktivasi dapat diminta di KPP tempat terdaftarnya wajib pajak. Sayangnya ketika saya menghubungi KPP, mereka tidak mengetahui tentang aktivasi program ini. Setelah itu, saya mencari kode aktivasi di internet, saya mendapatkan kode aktivasi dari www.kanwilpajakkhusus.go.id yakni :

NPWP = 01.001.600.4-051.001.

Kode Aktivasi = BF14AC2A78B33BFA

aktivasi1

Setelah aktivasi berhasil, bukalah registry editor lalu buka HKEY_CURRENT_USER\Software\DJP\eSPT Versi 2. Ubah nilai NPWP Company , 010016004051001 dengan NPWP bendahara pemungut pajak, misalnya 006018303806000.

reg

Setelah itu, jangan lupa setting ODBC yang mana caranya bisa dilihat di manual program.

Salam

Madsyair.

Update

Saya coba merekam proses menginstall e-spt pph masa sampai proses aktivasi dan setting ODBC. Bisa didownload di sini

Iklan

Ninja Pendisk: Pengaman komputer dari penyebaran virus melalui flasdisk

Ninja Pendisk

Ninja Pendisk

Masih ingat Cerita Joni? Dia menjelaskan tips mengamankan komputer dari autorun-nya virus dari flashdisk. Kini ada program untuk melakukan hal tersebut, tapi terbatas membuat folder autorun.ini (yang memang paling banyak dipakai virus untuk menularkan dirinya), tidak termasuk folder folder.htt dan desktop.ini yang juga kadang kala dipakai virus untuk menyebarkan diri. Program itu adalah Ninja Pendisk yang bisa didownload di http://nunobrito.eu/ninja/ .

Program ini beraksi dengan cara:

1. Mengubah nama file autorun.ini menjadi autorun.inf.old.txt, jika ada file tersebut di flashdisk.

2. Membuat folder autorun.ini yang beratribut system dan hidden.

3. Menonaktifkan fungsi autoplay.

4. Meghapus file-file yang dari namanya dicurigai sebagai virus. Daftar nama-nama file virus bisa dilihat dan ditambahkan di file konfigurasinya (ninja.txt).

 

Selamat Mencoba!

WinSonar 2008: Pelindung Komputer dari Malware

Sampai saat ini masih banyak virus-virus baru bermunculan, tidak hanya virus lokal, virus mancanegara juga cukup banyak yang menyerang komputer-komputer di Indonesia. Serangan virus-virus ini cukup mengganggu sekaligus merugikan yang mana produktivitas di tempat kerja bisa menurun dikarenakan serangan virus-virus ini.

 Mengapa virus-virus mudah menyerang komputer kita? Hal ini kebanyakan disebabkan kecerobohan kita yang tidak bisa membedakan apakah suatu file adalah virus atau bukan dan  antivirus yang jarang/tidak diupdate serta tidak memiliki proteksi lain yang ada di komputer. 

 

Winsonar 2008

Winsonar 2008

 

Salah satu program pelindung komputer (terutama bersistem operasi MS Windows) dari serangan virus adalah Winsonar 2008. Program ini bisa didapatkan di sini secara gratis. Program ini berfungsi memantau proses yang berjalan di komputer dan memproteksi system dari proses yang tidak diketahui. Sehingga program yang secara diam-diam akan berjalan di komputer otomatis akan dimatikan.

 

 Dari sedikit mempelajari program ini, beberapa hal yang saya ketahui adalah sebagai berikut:

  1. Ketika meng-install, aktifkan pilihan yang menunjukkan program ini akan berjalan ketika komputer mulai dinyalakan (startup)
  2. Setelah meng-install program ini, maka jalankan program-program yang biasanya kita pakai (Secara default fitur learning mode akan aktif). Ini dilakukan agar program-program tersebut masuk di database program sebagai program yang aman sehingga tidak akan dimatikan ketika menjalankannya.
  3. Setelah semua program masuk database, maka aktifkan pilihan OnlineShield dan Offline shield (pilihan offline shield akan nonaktif jika komputer berada dalam jaringan). Kedua fitur ini berfungsi untuk mematikan proses-proses yang tidak diketahui mencoba berjalan di komputer (misalnya virus, trojan atau spyware).
  4. Selain melalui lerning mode, menambah program dalam database winsonar adalah melalui menu File-Customize safe list.
  5. Untuk mengkoreksi database program yang diijinkan untuk bisa berjalan, masuk di menu File-Update safe/unsafe list

 Masih ada beberapa fitur lain yang bisa kita eksplorasi lebih lanjut seperti Port scanner

 Salam.

 

 

Teknik Pengikatan Ekstensi

Suatu ketika salah seorang teman di seberang menghubungi saya. Dia mengatakan bahwa komputernya terkena virus dan semua program tidak bisa dijalankan. Beberapa minggu yang lalu, atasan saya di kantor juga mengalami hal serupa. Jika Anda mengalami hal ini, patut ditengok tulisan mas Ebta Setiawan yang berjudul File exe tidak bisa dijalankan .

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Demikian kalimat sebuah pepatah. Untuk menghindari efek dari pemblokiran file yang berekstensi .exe, .bat, .pif dan beberapa file excutable yang lain, perlu dilihat sebuah tulisan dari Mas Wardana (Pengarang Buku Pemrograman Virus dan Spyware serta buku Virus Kungfu Terbitan Jasakom) yaitu di sini .

Selain cara yang disebutkan Mas Wardana, ada cara lain yang cukup mudah. Pertama buka regedit (caranya terserah anda 🙂 ) Kemudian pilih HKEY_CLASSES_ROOT -exefile. Klik kanan di key tersebut, lalu pilih export, dan simpan sebagai exefile.reg. Isinya kurang lebih sebagai berikut:

[Windows Registry Editor Version 5.00
HKEY_CLASSES_ROOT\exefile]
@=”Application”
“EditFlags”=hex:38,07,00,00
“TileInfo”=”prop:FileDescription;Company;FileVersion”
“InfoTip”=”prop:FileDescription;Company;FileVersion;Create;Size”

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\DefaultIcon]
@=”%1″

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell]

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open]
“EditFlags”=hex:00,00,00,00

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open\command]
@=”\”%1\” %*”

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\runas]

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\runas\command]
@=”\”%1\” %*”

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shellex]

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shellex\DropHandler]
@=”{86C86720-42A0-1069-A2E8-08002B30309D}”

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shellex\PropertySheetHandlers]

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shellex\PropertySheetHandlers\PifProps]
@=”{86F19A00-42A0-1069-A2E9-08002B30309D}”

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shellex\PropertySheetHandlers\ShimLayer Property Page]
@=”{513D916F-2A8E-4F51-AEAB-0CBC76FB1AF8}”

[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shellex\PropertySheetHandlers\{B41DB860-8EE4-11D2-9906-E49FADC173CA}]
@=””

Edit exefile.reg dengan Notepad. Ganti kata exefile menjadi (misalnya) rulfile, sehingga isi file exefile.reg tersebut menjadi seperti berikut:

 

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile]
@=”Application”
“EditFlags”=hex:38,07,00,00
“TileInfo”=”prop:FileDescription;Company;FileVersion”
“InfoTip”=”prop:FileDescription;Company;FileVersion;Create;Size”

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\DefaultIcon]
@=”%1″

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shell]

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shell\open]
“EditFlags”=hex:00,00,00,00

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shell\open\command]
@=”\”%1\” %*”

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shell\runas]

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shell\runas\command]
@=”\”%1\” %*”

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shellex]

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shellex\DropHandler]
@=”{86C86720-42A0-1069-A2E8-08002B30309D}”

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shellex\PropertySheetHandlers]

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shellex\PropertySheetHandlers\PifProps]
@=”{86F19A00-42A0-1069-A2E9-08002B30309D}”

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shellex\PropertySheetHandlers\ShimLayer Property Page]
@=”{513D916F-2A8E-4F51-AEAB-0CBC76FB1AF8}”

[HKEY_CLASSES_ROOT\rulfile\shellex\PropertySheetHandlers\{B41DB860-8EE4-11D2-9906-E49FADC173CA}]
@=””

Kemudian simpan file exefile.reg tersebut.

Langkah selanjutnya, dari regedit, pilih HKEY_CLASSES_ROOT -.exe , kemudian export key tersebut dengan nama exe.reg. Adapun isi dari file tersebut adalah

Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_CLASSES_ROOT\.exe]
@=”exefile
“Content Type”=”application/x-msdownload”

[HKEY_CLASSES_ROOT\.exe\PersistentHandler]
@=”{098f2470-bae0-11cd-b579-08002b30bfeb}”

Kemudia edit file exe.reg dengan Notepad. ganti kata exefile menjadi rulfile(exefile yang sudah kita edit sebelumnya) dan .exe mejadi .rul. Sehingga isi file exe.reg menjadi

 
Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CLASSES_ROOT\.rul]
@=”rulfile
“Content Type”=”application/x-msdownload”

[HKEY_CLASSES_ROOT\.rul\PersistentHandler]
@=”{098f2470-bae0-11cd-b579-08002b30bfeb}”

 

Langkah terakhir, klik kanan file exefile.reg dan exe.reg di Jendela Explorer lalu pilih merge.

Selanjutnya log off komputer Anda.

 

Jadi sekarang, jika program yang berekstensi exe tidak bisa dibuka (misalnya ansav.exe), maka ubah ektensi program tersebut menjadi .rul (misalnya ansav.rul).

(Lebih singkatnya, silahkan download file rul.zip di http://www.ziddu.com/download/1844515/rul.zip.html )

Salam

 

Madsyair

Pengamanan File (bagian 2)

  Tahun lalu banyak di antara kita yang  menjadi korban  worm (secara umum kita menyebutnya virus) yang menginfeksi file Microsoft Word (.doc), Microsoft Excel (.xls), file database (.dbf, .mdb) yaitu kespo/kspoold. Ada juga virus zulanik yang mengubah file dokumen menjadi berformat .bmp. Selain itu ada juga virus tunggul kawung yang pada varian terakhir menginfeksi tidak hanya file Microsoft Office, melainkan juga file OpenOffice, mp3, jpg, dan lain-lain.  Efek dari virus-virus ini adalah file bisa terhapus antivirus lain, tidak bisa dibuka bahkan hilang sama sekali sehingga tidak bisa diperbaiki lagi. Ini tentunya sangat merugikan, apalagi file-file tersebut adalah file penting yang sulit untuk memperolehnya kembali.  
  Beberapa cara agar file-file (dokumen) bisa selamat dari serangan virus adalah: 

Waspada terhadap serangan virus

  Sering kali saya mendengar teman yang mengeluh komputernya terserang virus, padahal dia sudah memasang antivirus. Kebanyakan dari  mereka sudah yakin komputernya aman dengan memasang antivirus, padahal ketika diperiksa komputernya, antivirus yang terinstal sudah lama tidak di-update. Bahkan, ada yang antivirusnya sudah kedaluarsa selama setahun. Antivirus adalah salah satu solusi untuk mengamankan komputer dari serangan virus. Syaratnya antivirus tersebut harus sering di-update, paling tidak seminggu sekali. Ini karena antivirus sangat tergantung dari database virus yang dimilikinya untuk mengenali virus.  Selain itu, yang tidak kalah penting dari rajin meng-update antivirus adalah pemilihan antivirus yang tepat dan bagus. Sebaiknya cari antivirus yang sudah banyak direkomendasikan, baik oleh situs-situs maupun majalah-majalah. Sebagai salah satu  bahan referensi hasil pengujian antivirus di awal tahun 2008 , silahkan baca artikel dari Mas Ebta Setiawan di www.ebsoft.web.id.

     Kenapa pemilihan antivirus yang bagus dan tepat penting? Karena penggunaan antivirus yang tidak tepat justru akan menyebabkan komputer malah rentan mengalami kerusakan yang lebih parah akibat virus tersebut. Beberapa mengenai hal ini silahkan baca artikelnya Pak Yohanes Nugroho di www.klik-kanan.com. Penggunaan antivirus dalam pengamanan komputer bukanlah jaminan bahwa komputer pasti aman. Meskipun para pembuat antivirus terus mengembangkan pendeteksian dini dari serangan virus baru, para pembuat virus tentunya tak mau kalah. Para pembuat virus selalu memperbarui tekniknya sehingga bisa mengelabuhi antivirus yang ada.Karena itulah, yang paling penting dalam mengamankan komputer adalah perilaku hati-hati dalam memakai komputer.

Virus-virus lokal yang banyak beredar sebagian besar memanfaatkan kecerobohan pemakai komputer yang tidak memperhatikan file yang dibuka. Virus biasanya mengecoh pengguna komputer dengan beberapa cara diantaranya menggunakan ikon tertentu, misalnya : folder, Ms Word, game, mp3 , menggunakan ekstensi ganda, misalnya : *.doc.exe, *.mp3.exe, *.jpg.vbs, menggunakan autorun, menyembunyikan file virusnya, dan lain-lain  

Beberapa hal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan virus adalah: Baca lebih lanjut

Catatan si Joni (Cerita tentang autorun)

        Di suatu pagi pada jam istirahat, terjadi obrolan hangat antara Budi dan Beni di kantin sekolah. Mereka mendiskusikan masalah komputer Beni yang terkena virus.
“Bud, flashdiskmu yang kupinjam kemarin ada virusnya, ya?”
“Kayaknya ndak ada deh, soalnya aku update antivirusku tiap hari”, timpal Budi.
“Tapi, kenapa habis aku masukin flasdiskmu ke komputerku, tiba-tiba file MsWord-ku berubah menjadi file berekstensi exe?”, ujar Beni mengeluh.
Beberapa saat kemudian, Joni datang menghampiri mereka sambil membawa segelas es teh.
“Lagi ngomongin apaan sih, kok kayaknya seru banget”, tanya Joni sambil duduk di samping Beni.
“Ini Jon, komputerku kena virus setelah aku masukkan flasdisknya Budi”, jawab Beni.
“Kayaknya virusnya memakai autorun, jadi langsung jalan ketika kamu membuka flashdisk. Sebagian besar virus atau worm lokal menggunakan autorun untuk menyebarkan dirinya”, jawab Joni sambil minum es tehnya.
“Kayaknya sekarang ndak aman kalo pake flashdisk ya?”, Beni menimpali. “Soalnya banyak teman yang komputernya terkena virus dari flasdisk”, lanjutnya.
“ Aku ada tips supaya virus tidak bisa membuat autorun di flashdisk”, kata Joni. Baca lebih lanjut